ASKEP CVA




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Merupakan masalah neurologik primer di dunia. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kematian akibat stroke, meskipun upaya pencegahan itu telah menimbulkan penurunan pada insiden dalam beberapa tahun terakhir, tetapi stroke masih merupakan peringkat ketiga penyebab kematian. Orang yang menderita stroke, dalam kesehariannya sering tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Mereka selalu membutuhkan bentuan orang lain untuk melakukannya. Kesabaran orang yang merawat penderita stroke sangat diperlukan dalam hal ini.
1.2.Tujuan
Tujuan Umum :
Keluarga dan penderita stroke mampu memahami dan melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit stroke sehingga dapat mengurangi atau menghindari stroke kambh lagi.
Tujuan Khusus :
1.      Melaksanakan asuhan keperawatan individu dalam keluarga dengan penyakit stroke.
2.      Meningkatkan pengetahuan perawat tentang penyakit stroke.
3.      Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan penderita stroke di rumah.
1.3.Batasan Masalah
Dalam makalah ini masalah yang dibahas adalah :
1.      Pengertian stroke
2.      Penyebab stroke
3.      Faktor resiko terjadinya stroke
4.      Tanda dan gejala
5.      Jenis-jenis komplikasi stroke



BAB 2
LANDASAN TEORI
CVA (stroke) merupakan masalah neurologik primer di dunia. meskipun upaya pencegahan itu telah menimbulkan penurunan pada insiden dalam beberapa tahun terakhir, tetapi stroke masih merupakan penyakit peringkat ketiga penyebab kematian, dengan laju mortalitas 18% - 37% untuk stroke pertama dan sebesar 62% untuk stroke selanjutnya. Penderitan stroke mempunyai beberapa kecacatan sehingga memerlukan bentuan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
CVA merupakan penyakit sistem syaraf yang paling sering dijumpai, kira-kira 200.000 kematian dan 200.000 orang dengan gejala sisa. stroke dapat terjadi pada setiap tingkat umur, tapi yang paling sering terjadi pada usia antara 75 sampai 85 tahun.
Pelayanan medis dan pelayanan keperawatan yang dilakukan berbeda, tergantung kepada penyebab yang spesifik. Stroke klinis merujuk kepada perkembangan neurologi defisit yang mendadak dan dramatis.
CVA dapat didahului oleh banyak faktor pencetus dan sering kali berhubungan dengan sakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit vaskuler perifer dan diabetes melitus.














BAB 3
PEMBAHASAN
Askep pada kasus penyakit terminal yaitu pada klien dengan CVA
3.1.Pengkajian
Tanggal 4 – 10 – 2004  
1.      Biodata
Nama                        : Ny. X
Jenis kelamin            : Perempuan
Umur                        : 62 tahun
Pekerjaan                  : Ibu Rumah Tangga
Agama                      : Katolik
Pendidikan terakhir  : SD
Alamat                     : Blitar
2.      Diagnosa medis        : CVA trombo
3.      Keluhan utama         : Nyeri kepala
4.      Riwayat penyakit sekarang
Tanggal 27 – 6 – 2004 jam 20.30 klien mulai tidur, pukul 21.30 tiba-tiba klien terbangun dan tubuh bagian kiri terasa lemas, tangan dan kaki kiri tidak bisa digerakkan, bicara pelo dan tidak jelas, kepala terasa nyeri. Saat dikaji klien mengatakan kepala masih terasa nyeri dan cekot-cekot terutama jika digunakan untuk duduk.
5.      Riwayat kesehatan yang lalu
Keluarga mengatakan bahwa klien sudah 5 tahun menderita darah tinggi, pernah MRS 2 tahun yang lalu, klien tidak punya riwayat penyakit kencing manis, TBC, jantung, atau penyakit berbahaya lainnya. Setelah MRS yang lalu klien rajin kontrol ke poli dalam untuk berobat tetapi 3 bulan terakhir klien malas kontrol dan malas berobat.
6.      Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan tidak punya riwayat penyakit darah tinggi, kencing manis, stroke, tbc atau penyakit berbahaya lainnya.


7.      kemampuan klien terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a.       Pola istirahat / tidur
Klien mengatakan sulit memulai tidur karena kepala terasa nyeri dan tudur sering terjaga. Klien mengatakan mengantuk
b.      Pola makan dan minum
-          Klien mengatakan sulit menelan dan kadang-kadang tersedak, sehingga nafsu makan menurun
-          Klien mengatakan makan 2x sehari dengan menu nasi, sayur, lauk
-          Klien mengatakan minum 4 – 5 gelas / hari, tidak biasa minum kopi / teh
c.       Pola eliminasi
Klien mengatakan BAB 1 – 2 hari sekali konsistensi lembek,        BAK 4 – 5x/ hari warna kuning jernih, kadang tak terasa (ngompol)
d.      Pola kebersihan diri
Klien mengatakan mandi 2x/hari dengan diseka, sikat gigi tiap kali mandi, ganti pakaian 1x sehari.
e.       Pola oksigenasi
Klien mengatakan tidak pernah sesak nafas
f.       Pola aktivitas seksual
Klien mengatakan suaminya telah meninggal 3 tahun yang lalu.
g.      Penggunaan bahan yang merusak kesehatan
Klien mengatakan tidak pernah merokok atau minum muniman beralkohol, tidak munum kopi
8.      Kesehatan psikologis
a.       Pola koping
Klien mengatakan selalu mengungkapkan keluhannya dan selalu minta bantuan keluarga untuk memenuhi kebutuhannya.
b.      Pola interaksi
Interaksi klien dengan keluarga maupun dengan petugas kesehatan cukup baik klien tampak ramah dan murah senyum, berbicara dengan nada agak pelo.
c.       Pola kognitif
Klien mengatakan penyakit yang dideritanya adalah stroke dan sudah lama menderita darah tinggi, sehingga harus membatasi makan makanan berlemak dan asin.
d.      Konsep diri
Klien mengatakan tidak bisa beraktivitas seperti biasa karena tangan dan kaki kirinya lumpuh dan tidak bisa di gerakkan.
e.       Pola emosi
Klien saat diajak berkomunikasi tidak mudah tersinggung dan tampak sering tertawa.
9.      Kesehatan spiritual
Klien beragama katolik dan selalu berdoa agar lekas sembuh.
10.  Pemeriksaan fisik
a.       Keadaan umum  : klien tampak lemah.
b.      TTV                    : TD = 170/90 mmHg
   N   = 100 x / menit
   S    = 37o C
   RR = 18 x / menit
c.       Pemeriksaan kepala – leher
Bentuk kepala simetris, rambut hitam beruban, bersih, wajah asimetris dan tampak kusut, mata simetris, reflek pupil + , mulut asimetris dan bersih, bicara pelan dan pelo, pada leher tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid.
d.      Pemeriksaan integumen
Teraba hangat, tidak terdapat lesi, turgor kulit kurang dari 2 detik, tidak terjadi sianosis, tidak terdapat udem.
e.       Dada dan thorak
Dada simetris, tidak sesak, tidak terdapat benjolan, tidak terdapat nyeri tekan, kadang-kadang tampak batuk, bunyi jantung I dan II tunggal di ICS 5, tidak ada bunyi jantung tambahan.


f.       Payudara
Payudara tampak simetris, tidak terdapat benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan, puting menonjol, areola berwarna hitam.
g.      Abdomen
Tidak terdapat benjolan, tidak ada nyeri tekan, bising usus              10 x / menit.
h.      Ekstremitas
Akral teraba hangat, tonus otot baik
Kekuatan otot   4  0
                          4  0
11.  Pemeriksaan neurologis
a.       Kondisi mental
Kesadaran komposmentis GCS = 4 – 5 – 6.
b.      Sensasi nyeri pada seluruh ekstremitas.

















3.2.Analisa Data
Nama Px            : Ny. X
NO
DATA RELEVAN
MASALAH
KEMUNGKINAN PENYEBAB
1
S  : klien mengatakan kepalanya pusing
O : klien tampak sering memegangi kepala sambil menyeringai
      kesakitan
      TTV  : TD  = 170/90 mmHg
                  N    = 100 x / menit
                  RR  = 18 x / menit
Nyeri kepala
Peningkatan tekanan vaskular verbal
2
S  : klien mengatakan bicara sulit.
O : mulut asimetris, bicara pelo dan tidak jelas.
Kerusakan komunikasi verbal
Kelemahan kontrol otot facial
3
S  : klien mengatakan tangan dan kaki kiri tak bisa digerakkan.
O : KU lemah, tampak tidak bisa menggerakkan ekstremitas
      kiri
-    kekuatan otot   4  0
                            4  0
-    bedrest (+)
-    duduk, miring kekiri dan kekanan dibantu keluarga
Kerusakan mobilitas fisik (sinistra)
Kelemahan fisik sekunder terhadap kerusakan neurologis
Umur      : 62 tahun
NO
DATA RELEVAN
MASALAH
KEMUNGKINAN PENYEBAB
4
S  : klien mengatakan saat kencing tidak merasa (mengompol)
O : klien selalu pakai underpad bau pesing
-    klien ngompol
-    klien BAK 4 – 5 x / hari
Perubahan eliminasi urine : inkontinensia
Kelemahan spinter urine sekunder terhadap kerusakan neuro muskuler
5
S  : klien mengatakan sudah lama menderita darah tinggi, dan harus membatasi makan makanan berlemak dan asin. Klien mengatakan sudah 3 bulan tidak kontrol karena malas dan tidak ada yang mengantarkan. Klien mengatakan di rumah suka makan makanan bersantan dan goreng - gorengan (blendrang)
O : TD = 170/90 mmHg
      N    = 100 x / menit
Ketidak patuhan diit dan terapi
Kurang motifasi

3.3.Diagnosa Keperawatan
1.      Nyeri kepala (akut) b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral.
2.      Kerusakan komunikasi verbal b/d kelemahan kontrol otot facial.
3.      Kerusakan mobilitas fisik b/d kelemahan fisik sekunder terhadap kerusakan neurologis.
4.      Perubahan eliminasi (urin): inkontinensia b/d kelemahan fisik (spinter urine) sekunder terhadap kerusakan neuromuskuler.
5.      Ketidak patuhan diit dan terapi b/d kurang motivasi.
























RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama kx          : Ny. X
Umur               : 62 tahun
NO DX
TUJUAN KRITERIA
RENCANA TINDAKAN
RASIONAL
7/10/04
Nyeri  berkurang / terkontrol setelah dilakukan tindakan keperawatan.
S  : klien mengungkapkan nyeri kepala berkurang / hilang
O : wajah tampak rileks.
Klien mampu melakukan mobilisasi duduk / miring dengan bantuan minimal / tanpa keluhan pusing.
       TTV  : TD  = 110/70 – 140/90 mmHg
                   N    = 60 – 100 x / menit
                   RR  = 16 – 24 x / menit
1.Kaji, intensitas, karakteristik dan derajat nyeri.
2.Pertahankan tirah baring selama fase akut.
3.Berikan tindakan non farmakologis : teknis distraksi / relaksasi : ciptakan lingkungan terapeutik.
4.Bantu klien dalam ambulasi sesuai kebutuhan.
5.Observasi keluhan dan TTV
1.Pengkajian yang spesifik membantu memilih intervensi yang tepat.
2.Meminimalkan stimulasi / meningkatkan relaxasi.
3.Distraksi bertujuan mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri. relaksasi bertujuan untuk melemaskan otot-otot sehingga klien lebih tenang dan mempunyai pola koping positif.
4.Meminimalkan etegangan oto dan memperlancar sirkulasi umum
5.Mengetahui perkembangan klien


BAB 4
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Stroke (CVA) adalah sindrom klinik yang awal timbulnya mendadak, prograsif cepat, berupa defisit neurologist fokal dan atau global, yang berlangsung 24 jam / lebih atau langsung menimbulkan kematian dan semata-mata disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik.
Stroke disebabkan faktor-faktor penyumbatan pembuluh darah oleh jendalan darah (thrombus / embolus), robek dan adanya gangguan susunan komponen darah.
4.2.Saran
-          Klien sebaiknya mematuhi semua pengobatan terhadap penyakit stroke yang dideritanya guna mempertahankan kesehatan yang optimal.
-          Keluarga yang merawat sebaiknya melakukan perawatan dengan sabar dan selalu memberikan dukungan kepada klien.

















DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, Suzanne. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Jakarta; EGC.
Long, Barbara. 1996. Perawatan Medikal Bedah (Suatu Pendekatan Proses Keperawatan). Bandung; Yayasan IAPK Padjajaran Bandung.



























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar